Berbagai Penghargaan IPC Panjang


Profil Perusahaan


calypso

Pada abad ke-17, Pemerintah Hindia Belanda membangun Pelabuhan Panjang dengan dermaga sepanjang 200 meter, menggunakan konstruksi Caisson dengan kedalaman -7 m.LWS beserta satu unit gudang seluas 1.000 m2. Pelabuhan Panjang kemudian berkembang menjadi pelabuhan besar di Pulau Sumatra dan berperan sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung hingga saat ini.

Berada pada titik persilangan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, Pelabuhan Panjang merupakan pelabuhan yang sangat prospektif dimasa mendatang. Luas areal lahan pelabuhan masih dapat dikembangkan untuk kerjasama pembangunan berbagai terminal guna melayani kebutuhan pengguna jasa kepelabuhanan. Disamping itu lahan pertanian dan perkebunan yang membentang di provinsi Lampung sangat subur untuk kegiatan agrobisnis.

Tersedianya jalan akses yang menghubungkan lokasi pelabuhan dengan hinterlandnya memudahkan transportasi dan distribusi berbagai komoditi hasil pertambangan dan agrobisnis baik untuk keperluan ekspor, impor maupun domestik.

Saat ini lingkup hinterland tersebut masih menunggu para investor untuk dapat mengembangkannya secara optimal. Pelabuhan Panjang melayani kapal dengan berbagai jenis barang, seperti barang umum, barang dalam kantung, curah cair, curah kering dan petikemas. Arus petikemas terus tumbuh setiap tahunnya seiring pertumbuhan kegiatan industri, pertambangan, dan perkebunan di wilayah itu. Dengan tersedianya terminal petikemas yang dilengkapi dengan 3 container crane, 5 transtainer, dan top loader serta didukung terminal khusus curah yang ada saat ini, Pelabuhan Panjang siap memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna jasa.